WELCOME

WELCOME to my lovely blog...
READ it, comment it, and vote it...
Thank You,,

Mengenai Saya

Foto saya
DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Indonesia
Aku Yusnika Utami. Sebut saja Niki. Aku lahir di Jakarta tanggal 21 Juni. Aku menulis blog ini hanya ingin berbagi cerita, pikiran, perasaan, kebahagiaan, untuk kalian semua yang membacanya. Semoga blog ini bermanfaat untuk kita semua.

Rabu, 26 Agustus 2009

SEBUAH RAHASIA-episode 1 (Rasa Syukurku Pada-Mu)

Pagi yang cerah... aku membuka mataku perlahan dari lamunan sesaatku. Ya, pagi itu Aku, Niki, seorang gadis remaja berusia 16 tahun, yang sekarang duduk di bangku SMA kelas 3, asik menikmati hari minggu yang indah bagiku. Ku hirup udara pagi dalam-dalam dari jendela kamarku yang terbuka. Aku bersyukur, hari itu aku masih diberi kesempatan untuk hidup dan menikmati setiap sejuk nafasku. Terima kasih ya Allah...

Sebelum Aku memulai kisahku, Aku akan memperkenalkan kalian satu-satu orang yang paling penting dalam hidupku. Ibuku, seorang Ibu yang aku muliakan. Meskipun aku dan Beliau sering sekali meributkan hal-hal kecil, tapi dalam hatiku berkata Beliau lah orang yang paling teristimewa dalam hidupku. Perhatiannya, semangatnya, kasih sayangnya, semua sudah menyatu ke dalam darah dan tulangku.

Kemudian Ayahku, seorang Ayah paling bijaksana bagiku. Setiap nasihatnya mampu membuatku menitikkan airmata. Setiap nasihatnya mampu mebuatku bangkit dari keterpurukkan. Adikku yang umurnya hanya berbeda kurang dari 1 tahun denganku. Panggil saja Ganang. Dia anak yang cuek, malas, tapi pintar. Meskipun dia cuek, tapi aku tau kalau dia sebenarnya perhatian. Ya, dia memberikan perhatian dengan caranya sendiri.

Hendra, orang yang aku sayangi. Meskipun banyak membuatku kecewa, tapi dia orang yang membuatku kuat.

Mbak Iti, orang yang sudah tinggal di rumahku dari aku kecil. Dia orang yang membantu Ibuku dalam urusan rumah tangga.

Sahabat-sahabatku, Pita, Fahmi, Ihsan, Nuke, Amel, Mirza, Dea, Wance, Arsyad, Indah, Saski, Reza, Farhan, dan masih banyak lagi yang mungkin tidak bisa aku sebutkan satu per satu. Yang pasti, mereka adalah orang-orang yang mampu membuatku tersenyum dan tertawa. Mereka yang selalu menemaniku dan memberikan pundaknya ketika aku menangis dan merasakan sakit. Mereka yang mau menerimaku dengan segala kekuranganku. Anugerah terindah dari Tuhan adalah bisa berkumpul dengan mereka semua yang aku cintai.

Aku sudah puas menghirup udara sejuk di Minggu pagi ini, saatnya aku memulai aktivitas dengan penuh semangat. Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamarku. Hari Minggu memang menyenangkan. Pagi-pagi keluar dari kamar, aku sudah disambut dengan aroma sedap yang membuat perutku bernyanyi. Ibuku pasti sedang memasak makanan kesukaan keluargaku.

"Bu, masak apa? Baunya harum banget deh," Ucapku menyapa Ibuku yang sedang sibuk di dapur.

"Masak opor ayam pedes, Nis," Jawabnya

Oh iya, satu hal yang belum aku informasikan kepada kalian, kalau di rumah, aku biasa dipanggil Anis. Ada sejarahnya mengapa aku dipanggil demikian. Dulu waktu aku lahir, Ayahku memberiku nama Yusnika karena dulu Beliau sangat mengagumi salah satu menteri wanita di Indonesia yang bernama Yustika, namun karena aku lahir di bulan Juni, jadi namaku menjadi Yusnika. Saudara sepupuku yang saat itu masih kecil, mencoba memanggilku Yusnika. Namun yang keluar malah nama Aniska. hahaha. Sejak saat itulah semua keluargaku memanggilku Anis. Ya, di rumah aku dipanggil Anis, dan di luar aku dipanggil Niki.

"Anis laper jadinya nih," Ucapku lagi sambil menghirup aroma dari opor itu.

"Sebentar lagi, sayang,"

"Berapa lama lagi?" Tanya Ganang yang tiba-tiba datang.

"Ikut-ikut aja lo, Nang," Ucapku meledek.

"Cerewet lu," Balasnya.

Aku meninggalkannya dengan terus meledeknya. Ya, begitulah kami, suka adu mulut namun kami kompak dalah segala hal. Aku duduk di sofa dan menyalakan TV, aku cari-cari acara bagus di TV. Acara kuliner! Ya, itu adalah acara favoritku. Acara kuliner seperti itu membuatku ingin melahap semua makanan yang ada.

"Masakan udah siap nih, mau pada makan nggak?" Tanya Ibuku sambil membawa hasil masakannya ke meja makan.

Semua menjawab mau, dan aku? Aku hanya terdiam asik menyaksikan kuliner yang ada di TV. Ya, acara favoritku itu mampu menyita perhatianku dari apapun.

"Woy, makan nggak lu?" Tanya Ganang mengagetkanku.

"Iya, iya, gw makan. Sip,"

Hmmm... Senang sekali aku bisa makan bersama keluargaku yang utuh. Terima kasih Ya Allah atas nikmat yang kau berikan di awal aku memulai hari ini. Hari yang benar-benar indah dengan segala berkah yang Kau kirimkan ke keluarga kami. Terima Kasih...

Temanku, ada satu hal yang ingin aku ceritakan kepada kalian. Percayakah kalian jika aku berkata kalau dulu berat badanku mencapai 75 kg? Ya, aku pernah ada di posisi itu. Dari kelas 1 SMA, aku memiliki berat badan 75 kg. Lalu kelas 2 SMA, aku tiba-tiba saja tidak suka makan. Tiba-tiba saja, aku jadi tidak nafsu melihat makanan. Entah apa yang terjadi, tapi itu membuat berat badanku turun drastis. Dan dari kelas 2 SMA hingga sekarang, beratku kini hanya 46 kg. Amazing bukan? Ya, itulah yang sering ditanyakan teman-temanku kepadaku, kok bisa? Mereka bertanya setiap hari, bahkan guru-guruku juga bertanya, apakah aku mengalami sakit yang parah sampai-sampai aku kehilangan berat badan yang drastis seperti itu? Aku hanya menjawab, aku sehat, aku baik-baik saja, hanya kebetulan saja.

Kembali lagi ke masaku yang sekarang. Hmm... Sungguh lezat masakan ibuku. Aku dan yang lainnya makan dengan lahap. Apakah aku bisa membuat makanan selezat ini? Aku sering bertanya seperti itu dalam hatiku. Pernah juga aku mencoba membuat makanan, tapi hasilnya makanan itu hanya aku yang bisa memakannya. hahaha. Ya, aku tomboy, dan tidak pandai membuat masakkan lezat seperti Ibuku. Mungkin beliau diberikan tangan ajaib oleh Tuhan, makanya semua masakkan akan menjadi lezat setelah disentuh olehnya.



*****************************************************************************************************************



Setelah kemaren aku menikmati masa liburku yang singkat, hanya 1 hari, kini saatnya aku kembali ke sekolah. Aku bersekolah di SMA Negeri 34, sekolah favorit dengan predikat yang membanggakan di DKI Jakarta. Sekolah berwawasan lingkungan yang sering mendapatkan penghargaan atas prestasi dari siswa-siswinya hampir setiap tahunnya. Aku bangga bisa bersekolah di sekolah yang bisa kukatakan adalah sekolah yang anak-anaknya pintar, anak-anaknya elite, anak-anaknya gaul. Tapi satu hal yang membuat aku lebih bangga dibandingkan semua itu, semua warga 34 bersatu di saat suka maupun duka. Semua menyatu, mementingkan rasa kebersamaan. I love 34 Senior High School. Di sini juga aku mendapatkan sahabat-sahabat terbaikku.

Tempat yang paling aku tunggu-tunggu setiap harinya, sekolahku. Tempat aku bisa bertemu dan bercanda dengan sahabat-sahabatku. Yang tadinya lelah karena pelajarannya sulit, bisa hilang seketika saat kita semua bersenda gurau bersama. Alhamdulillah, nikmat yang sungguh luar biasa.

Jam setengah enam pagi aku sudah berangkat ke sekolah. Memang, jarak rumah dengan sekolahku sedikit jauh, jadi harus berangkat pagi-pagi agar tidak telat. Aku sudah tidak sabar bertemu sahabat-sahabatku nanti. Aku tidak sabar bercanda dan iseng terhadap mereka. Ya, aku di mata sahabat-sahabatku adalah orang yang usil dan tidak bisa diam. Bahkan mereka menyebutku hiperaktif.

Hampir satu jam perjalanan ku tempuh menuju sekolah tercinta.

"Akhirnya sampe juga," Ucapku sambil membuka pintu mobil.

"Makasih ya, Bang Iwan?" Tambahku lagi mengucapkan terima kasih kepada supirku yang setiap hari setia mengantarku ke mana aku mau.

"Sama-sama, Mbak Anis,"

Aku mempercepat langkahku menuju pintu gerbang sekolah. Memang, mobil pribadi tidak boleh diparkir di dalam sekolah, jadi terpaksa aku berjalan dari pintu gerbang menuju pintu gerbang lainnya hingga sampai di pintu gerbang terakhir. Jaraknya dari pintu gerbang luar ke pintu gerbang dalam memang agak jauh. SMA 34 memang memiliki banyak pintu gerbang. Untuk masuk ke dalam sekolah saja harus melalui tiga pintu gerbang berwarna hijau. Ya, 34 identik dengan warna hijau. Bahkan semua sabun di wastafel dan toilet pun berwarna hijau.

Selain itu, di pintu gerbang utama, biasanya sudah ada beberapa guru piket yang berdiri untuk menyambut siswa-siswi yang datang. Dan tugas mereka adalah mencegah siswa yang telat datang untuk masuk ke sekolah. Mereka juga memantau kalau-kalau ada siswa yang mau cabut atau bolos sekolah. wow...

Aku sampai sekolah jam 6 pagi. Rajin sekali ya aku? Hahaha. Tapi aku suka begitu. Aku bisa menikmati pagi di koridor sekolah. Menyenangkan sekali.

Aku melangkahkan kakiku menuju kelasku yang berada di lantai 2. Masih sepi sekali, bahkan siswi yang sudah datang pun bisa dihitung dengan jari. Aku masuk ke kelas dan meletakkan tasku. Setelah itu aku keluar untuk melihat pemandangan sekolah di pagi hari. Saat aku berada di koridor, tiba-tiba saja hujan turun. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, hujan adalah rizki untukku, aku sangat suka hujan. Melihat hujan seperti melihat sesuatu yang lucu dan menyenangkan bagiku.

Siswa-siswi mulai berdatangan hingga akhirnya bel masuk berbunyi merdu. Tidak seperti anak SD yang harus berbaris terlebih dahulu, kami semua langsung masuk ke dalam kelas dan menempati tempat duduk masing-masing.



1 komentar:

kunto mengatakan...

episode 2nya g ada y?
slm knal...

NIKI

NIKI
Just NIKI

BAGAIMANA TULISAN-TULISAN SAYA?